Touring Pertamaku
Saat itu hari hampir berganti. Udara basah, entah karena sehabis hujan atau memang selalu dingin suhu malam di Citayam. “Masih ada yang ditunggu tidak? Berangkat yuk , nanti keburu siang,” ucap salah satu dari kami. Tidak berapa lama, mesin-mesin mulai dihidupkan. Lampu-lampu menyala. Aku berdoa dalam hati, memohon keselamatan bagi diriku dan setiap orang yang ada dalam rombongan. Perlahan kami bergerak, 15 motor dengan 17 orang penjelajah yang siap memecah malam.